Jumat, 27 Mei 2011

Kenapa Laki-laki Suka Wanita Berjilbab

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana,
karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya
harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai
kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana,
kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit
atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “TankTop”, noleh
ke kiri pemandangan “PinggulTerbuka”, menghindar kekanan ada sajian
“CelanaKetat plus YouCanSee”, balik ke belakang dihadang oleh “DadaMenantang!”,
Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang
itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya
juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin
melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin
sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas
ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki
ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil
seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk
menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah
penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para
lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang
punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan
seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda
adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih
seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam
benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begitu dan begini.
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak
dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan
pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa
itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin
sampai pada perkosaan.
Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan?
Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau
boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja,
orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis,
wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda
menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang
melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.
Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes,
tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya
sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya
mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan
dalam hidup saya.
Allah Ta’ala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,
hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31).
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,
duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar
dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung
jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas
diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan
keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini. Mungkin
ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus
berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin
menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan
mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan
yang anda tayangkan?
So, berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik,
mempersona dan tentunya sejuk dimata.

Selasa, 17 Mei 2011

Jeruk Nipis Pemutih Kulit Alami

Quantcast
Banyak manfaat yang bisa diambil dari jeruk nipis. Salah satunya adalah membuat kulit menjadi putih dan halus. Manfaat ini tentu menjadi berita gembira bagi kaum hawa yang mendambakan kulit putih dan halus. Bagaimana memanfaatkannya, apa khasiat lain dari jeruk nipis? Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya. Secara umum, buah jeruk kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam kandungan 100 g jeruk nipis, terdapat kalori 51 kal, protein 0,9 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 11,4 g, mineral 0,5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg dan asam askorbat 49 mg. Selain memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Sedangkan daun, buah dan bunganya mengandung minyak terbang. Rasa jeruk nipis yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung. Jeruk nipis juga efektif mencegah timbulnya batu ginjal. Jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle yang bulat) sepuluh kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok atau enam kali lipat dari jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogramnya.
Memutihkan Kulit
Manusia memiliki warna kulit yang tidak sama satu sama lain. Selain faktor genetik, ada juga beberapa faktor lain, seperti iklim dan cuaca. Kulit wajah adalah bagian yang paling penting, khususnya bagi kaum wanita. Karena itu, kaum wanita melakukan beberapa upaya untuk membuat kulit wajah menjadi putih bersih dan menarik. Semula, baik kedokteran maupun di salon kecantikan, memutihkan kulit dilakukan dengan cara pengelupasan sel-sel mati oleh produk dengan bahan-bahan aktif, hanya dengan mengkonsumsi dan membalur tubuh (bagian-bagian tertentu pada tubuh) dengan jeruk nipis, kulit menjadi lebih putih. Selain kaya gizi, jeruk juga kaya akan zat seperti bioflanid, minyak atsiri limonen, asam sitrat, linalin asetat, dan fellandren yang dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, meningkatkan gairah seksual, dan membuat suara merdu. Salah satu manfaat jeruk nipis di bidang kecantikan adalah kandungan vitamin C yang dapat membuat kulit menjadi putih, halus, dan kencang. Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C yang memiliki ikatan L dalam setiap molekulnya, bagus untuk mencerahkan warna kulit.
Resep Wajah Putih dan Halus
Untuk mendapatkan kulit wajah yang putih dan halus, ada dua cara yang dapat dilakukan. “Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit serta memperkecil pori-pori, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara mengkonsumsinya. Karena dengan mengkonsumsi jeruk, kandungan vitamin C yang diserap oleh tubuh akan lebih maksimal. Kedua, menggunakan jeruk nipis dari luar dengan mengusapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh yang dinginkan secara rutin setiap hari.
Bagi Anda yang ingin terlihat ramping, khasiat jeruk nipis juga dapat dicoba. Setiap pagi, siang dan malam, cobalah minum perasan air jeruk nipis dengan campuran air dan sedikit gula. Dengan cara ini, kerampingan Anda akan terjaga. Selain itu, jeruk nipis dapat mencegah Anda dari berbagai macam penyakit seperti yang diuraikan di atas. Sementara untuk rambut, jeruk nipis juga dapat menghilangkan ketombe.

* Beranda * Definisi Herbal * Download * Kontak * Link CintaHerbal * Tentang Kami Jeruk Nipis Pemutih Kulit Alami

Rabu, 27 April 2011

Sebutir Klepon Sialan

By Mahrus Husain


Bagiku menjadi santri adalah sebuah keniscayaan yang tidak perlu dipikirkan lagi. Aku lahir di lingkungan pesantren dan ayah ibuku juga. Orang-orang di desaku adalah santri semuanya. Saking santrinya, sarung dan kopyah adalah pakaian wajib mereka walaupun sedang ngopi di warung, berada di pasar, atau menengok sawah. Ketika bulan puasa tiba, tidak terlihat satu warung pun yang berjualan makanan. Bila ada, mereka buka secara sembunyi-sembunyi karena malu. Jadi bagiku hidup nyantri sudah aku lakoni sejak lahir dan tidak pernah berkutat dengan pencarian. Karena begitu menginjak usia remaja aku pun dipesantrenkan oleh ayahku. Tapi aku baru beberapa tahun yang lalu hafal tahlil. Itu karena didaulat oleh warga untuk memimpinnya di tempat tinggalku sekarang.
Lain halnya dengan pak Sus, pensiunan pegawai sebuah BUMN yang istiqamah mengikuti segala kegiatan keagamaan bersamaku. Dalam usianya yang sudah berkepala tujuh beliau masih aktif mengikuti semua kegiatan keagamaan di kampung. Katanya dulu waktu mudanya belum banyak mengamalkan agama. Hari tuanya digunakan untuk belajar dan mengamalkan semua kegiatan keagamaan.
Termasuk salah satu diantaranya ialah tahlilan secara bergilir dari rumah ke rumah setiap minggunya, beliau tidak ketinggalan. Pak Sus tidak pernah mempermasalahkan apakah tahlilan itu bid’ah atau bukan. Apalagi menggugat dalilnya. Orang-orang semacam pak Sus ini tergantung siapa yang mengajak; bila yang mengajak orang aswaja, maka beribadahlah ia sebagaimana orang aswaja melakukannya. Jika yang mendakwahinya orang salafi, maka keyakinannya sebagaimana keyakinan orang salafi. Saya yakin jika seandainya saya suruh dia makmum sama seorang ustadzah, dia akan ho-oh saja. Tapi dalam hal hafal tahlilan, kira-kira lebih duluan dia daripada aku.
* * *
Syahdan malam itu giliran acara tahlil keliling di rumahku. Istriku mempersiapkan makanan ringan yang dihidangkan di malam tahlilan. Beberapa panganan disuguhkan. Memang dalam acara ini disepakati agar semua tuan rumah yang mendapatkan giliran tidak menyuguhkan nasi, walaupun dengan lauk yang sangat sederhana, seperti sambal terong misalnya.
Dan tiba waktunya istirahat, pak Bambang pembawa acara bersuara di mikrofon, “Acara sementara di-skors.” Akupun mempersilahkan para tamu tahil untuk menikmati hidangan ala kadarnya.
Siapa sangka ditengah acara istirahat, sebuah insiden terjadi. Pak Sus -yang giginya tinggal beberapa- tersedak. Tenggorokannya tak bisa menelan klepon. Heboh, perhatian hadirin tertuju pada Pak Sus yang mendelik-mendelik berjuang melepaskan ganjalan di tenggorokannya. Kira-kira sampai seperempat jam adegan ini terpaksa diperankan oleh Pak Sus. Baru kemudian pak Yono berinisiatif untuk memukul tengkuknya berkali-kali sampai klepon itu melesat dari mulut. Dan ‘wussss’, kleponnya mencelat. Sialnya lagi, benda itu jatuh di sarung mas Yudho yang duduk di seberang sana. Kontan Mas Yudho memegangi ujung sarung dan lari keluar rumah untuk mengenyahkan klepon yang sudah bau naga.
Istriku yang berada di ruang dapur cemas bukan kepalang karena merasa bertanggung jawab atas hidangannya.
Ooooalah klepoon, klepoon!

Senin, 25 April 2011

Cemoe… Hangat dan Nikmat di Malam Hari



Cemoe Cemoe merupakan makanan sejenis ronde atau angsle yang sangat familiar di daerah Magetan - Madiun dan sekitarnya.
Kalo di desa saya di Magetan cemoe terbuat dari kuah santan yang dicampur dengan irisan roti tawar dan kacang oleng (kacang klici). Kuah santannya sendiri dibuat dari air dan santan yang dididihkan dengan tambahan daun pandan untuk aroma wanginya serta gula dan garam secukupnya.
Cemoe ini sangat nikmat jika disajikan dalam keadaan hangat, cocok sekali untuk daerah Magetan yang hawanya relatif dingin di malam hari. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya???

Pizza Jambu

Misuh-misuh bergizi nggak bikin orang sakit hati
Beberapa Abad lalu, saya pernah kerja di Koran Harian Preketek (jelas iki ngawur ). Saya hanya bertahan tiga bulan, karena saya keburu meloncat ke genteng, eh meloncat ke media lain yang menjanjikan. Ceileee….

Koran Harian Preketek ini, ownernya bukan orang Media, dia hanya latah manfaatin momentum kebebasan pers dengan bikin koran. Bisnis utama dia sebenarnya adalah PIJAT. Iya…beneran. Tapi Panti Pijatnya bukan kelasnya Mami Arifin yang langganannya para sopir truk itu…, tapi dia punya panti pijat di luar negeri, salah satunya di benua antartika sama antartiki (ngawur maneh iki).

Nah, entah mentang-mentang saya gemuk, atau gimana, saya sering jadi sasaran empuk kalau dia pas ngomel. Dan disinilah benang merah, benang wol, benang ko
lornya, kalau ditelusuri gaya misuh-misuh saya selama ini, saya adopsi dari Pak Bos satu ini. Sebut saja, Aseeeem, Jambuuuu, Teloooo, Teeewel dll.
Misalnya Pak Bos marah contohnya gini; “Kamu itu Aseeeem, sudah dibilangin ngeyel! Jambuuuuu, saya harus bilangin berapa kali!”
Hihihi… biar dimarahin gitu, saya nggak sakit hati. Soalnya, yang dimarahin khan si Jambu yach!

Seperti biasa, giliran rapat pagi, nih temen-temen pada sport ja
ntung. Soalnya ada aja yang dipanggil ke ruangannya. Buat dikasih SARAP –AN. Nah, pagi itu, dia datang bawa Pizza. Tuh, baunya menuhin satu ruangan, mana ruangan dia, sengaja dibuka.

“Manda, sini kamu!” teriak bos dari pegupon
“Duh, kok aku yang ketiban truk molen!” *jalan sambil ngesot

Saya pun mencoba berpositif thingking. Nih bos pasti mo sharing pizza, asoy pakde.
Mulailah khotbah pagi ..blaaa..blaaaaa..blaaaa. Trus dia berhenti, ambil satu slice pizza yang sosisnya mentol-mentol, bikin mata kayak kena glaukoma. Ya ampun, tega bener makan nggak pake nawarin. Tuh yang diomongin makin nggak jelas.
“Jadi..yemm..yemmm, tulisan kamu tentang jamu… yemm..yemmm, saya nggak suka….yemm..yemmm!”
Embokkkkkk, kalau suruh denger omelannya sumpeh saya kuat biar 24 jam juga. Tapi kalau ngomelnya pake acara yemm..yemmm, mana pizza pula. Mana tahan Pak de!

Akhirnya selesai ngomelnya, dan saya ditawarin juga. Tapi sodara-sodara, kali ini saya tolak. Lha gimana, saya menyaksikan dengan mata, hidung, telinga… tuh kalo ngomong muncrat-muncrat, yakin dah, 1000 persen pizzanya dah kena vitamin z, alias zorok or jorseeeee! Pas saya nolak, eh malah dia jadi nggak enak hati.

“Cuman diingetin gitu aja sakit hati, sampai nolak pizza!”
“Ehemm.. gpp pak! Saya wong ndeso nggak biasa makan pizza (plus bonus muncratan, huekkk)!”
"Yo wis..sana kamu, nih bawa Pizzanya, bagiin ke temanmu!”

Hueehuee, saya pun melenggang bak peragawati model baju hamil, glenak-glenuk.”Woii..pizza, rek!”

Nggak sampai satu detik, itu pizza large ludes, bahkan paprika, dan bombay yang tercecer di dusnya amblas pulak. Tiba-tiba si bos keluar dari ruangan. Dan deketin saya.

“Ingat ya, kamu kalo ngeyel terus, tak pecel!” bernada ancaman yang membuat lapar.

Hidiiih… temen-temen sekantor yang denger langsung mengkeret. Sambil pura-pura sibuk, ada satu temen yang nyeletuk. “Wiiih…. Kita bakal Bancakan Pecel Kuda Nil, nih!”

“Oalaaaaa… Aseeeeeeeeemmmmmm, Pak de!!
Nb: In memoriam Koran Harian Preketek - 2004